Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Enam Hari Operasi, 1.350 Pelanggar Ditindak

Selasa, 07 Nov 2017 18:30 | editor : Mochamad Chariris

Petugas kepolisian menjaring pengendara dalam operasi gabungan di Jalan Raya Bypass Trowulan, Mojokerto.

Petugas kepolisian menjaring pengendara dalam operasi gabungan di Jalan Raya Bypass Trowulan, Mojokerto.

MOJOKERTO - Polres Mojokerto harus bekerja ekstra untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Betapa tidak, belum genap sepekan Operasi Zebra Semeru 2017 digulirkan, petugas sudah melayangkan lebih dari 1.350 surat tilang kepada para pelanggar. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Nopta Histaris Suzan, usai menggelar operasi gabungan bersama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Mojokerto, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, dan Propam TNI, kemarin (6/11).

Dia menuturkan, sejak operasi digulirkan pada (1/11) lalu, terhitung sudah 1.350 lebih pengendara yang telah ditindak penilangan. ”Rupanya kesadaran masyarakat masih kurang,” ungkapnya. Menurut Nopta, selama enam hari pelaksanaan operasi, rata-rata per hari penindakan mencapai 225 lebih pelanggar. Operasi bakal berlangsung hingga 14 November mendatang dengan sasaran utama kepada pelanggar kasat mata yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. ”Kita fokuskan yang tidak memakai helm, melanggar rambu dan marka jalan, serta perilaku ugal-ugalan,” paparnya.

Meski demikian, petugas juga tidak mengenyampingkan untuk memeriksa spesifikasi kendaraan serta kelengkapan surat-surat, seperti SIM dan STNK. Bahkan dalam kesempatan operasi gabungan tersebut petugas juga menyasar kendaraan yang menunggak bayar pajak kendaraan, tidak lolos uji emisi dan uji kir kendaraan.”Kendaraan yang tidak layak jalan itu kita lakukan tindakan langsung di tempat,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Dalops UPT LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Yoyok Kristyo Wahono menambahkan, dalam operasi gabungan kali ini pihaknya menilang 42 mobil barang dan angkutan. Pelanggaran terbanyak didominasi oleh pelanggaran dimensi atau bak muatan tidak sesuai dimensi. ”Ini kaitannya dengan lebih muatan, sehingga bisa menyebabkan terjadi hal-hal  yang tidak diinginkan (kecelakaan),” terangnya.

Selain pelanggaran tersebut, petugas juga menilang lima unit kendaraan yang uji berkala kendaraan (kir) mati, dua kendaraan bermuatan lebih dan 1 kendaraan tanpa buku uji. Untuk menekan pelanggaran itu, Yoyok mengaku akan lebih gencar melakukan pemeriksaan dan pemantauan di jalan raya Nasional. ”Kita akan perketat lagi, sehingga angka overload muatan bisa ditekan seminimal mungkin,” pungkas dia.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia