Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Baru Masuk Kantor, Kades Ditangkap Polisi

15 September 2017, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com)

MOJOKERTO - Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Mojokerto menangkap Kades Ngrame, Kecamatan Pungging, Abdul Mukti, 68, saat berdinas di balai desa. Dia diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan CPNS yang dilaporkan Putu Partha Wijaya. Warga Jalan Murbei, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini dikabarkan mengalami kerugian 132 juta.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso mengatakan, penangkapan Mukti tidak lepas dari laporan korban pada April lalu. Mukti diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus sebagai makelar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Atas dasar itu, penyidik menemukan adanya unsur tindak pidana. Selain itu, dikuatkan barang bukti foto kopi kuitansi pembayaran. Serta foto kopi surat perjanjian antara pelapor dan terlapor. ’’Atas dasar itu, Rabu (13/9) sekitar pukul 10.00, saat berdinas (di Kantor Desa Ngrame, Red), tersangka kami tangkap,’’ tambah Budi. Tidak ada perlawan dalam penangkapan di balai desa setempat ini.

Budi menegaskan, aksi penipuan ini terjadi Januari 2017 lalu. Saat itu, korban yang berkeinginan menjadi PNS meminta bantuan kepada tersangka agar lolos dalam rekrutmen CPNS tanpa melalui tes. Saat itu, tersangka, lanjut Budi, disebut-sebut langsung mematok harga Rp 150 juta. Dijanjikan diterima tanpa tes dan melalui jalur khusus. ’’Saat itu juga korban membayar Rp 167 juta kepada tersangka sebagai uang muka,’’ tegasnya.

Namun, uang muka ini diberikan atas nama tiga orang. Masing-masing Abdul Mukti, dan dua sepupunya, Sandi, 30, dan Angga, 33. Keduanya warga Jalan Trunojoyo, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Nahas, seiring berjalannya waktu, setelah uang ratusan juta di tangan tersangka, para korban tak kunjung menerima SK CPNS. ’’Saat ditagih, tersangka hanya mengembalikan uang Rp 35 juta saja. Selebihnya janji-janji saja,’’ terang Budi. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia