Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Kasarnya Suamiku, Gara-Gara Aku Tak Seksi Lagi

Rabu, 23 Aug 2017 22:00 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Nadzir/Radar Mojokerto)

Awak pegel enake diombeni jamu

Tuku jamune nang ngarep pasar

Gara-gara awak dadi lemu

Bojoku dadi sering kasar

MEMBAHAGIANKAN suami, tentu sudah menjadi tugas seorang istri. Namun, ada juga istri sudah membahagiakannya, namun dibalas dengan perlakuan kasar suami. Inilah yang dialami Tulkiyem (samaran), 24, warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Ia mendatangi Pengadilan Agama Mojokerto untuk menggugat cerai suaminya, Mukiyo (samaran), 26. Karena Mukiyo tidak bisa menerima Tulkiyem dengan tubuh yang gendut dan kerap memukulinya. Perlakuan yang kasar dari Mukiyo diterimanya sejak Tulkiyem  sudah tidak memiliki tubuh yang ideal lagi. ’’Alasan dia bersikap kasar itu hanya karena tubuh saya yang sudah tidak langsing lagi,’’ ujarnya.

Memang, setelah memiliki satu orang anak, berat badan Tulkiyem naik sangat drastis hingga membuat tubuhnya menjadi gendut. Setelah melahirkan buah hatinya yang kini berusia dua tahun, Tulkiyem mengaku tidak bisa mengontrol pola makannya. ’’Tapi kan ya maklum, namanya juga habis melahirkan,’’ tambahnya.

Melihat tubuhnya yang tidak ideal lagi, Mukiyo setiap hari memarahi Tulkiyem agar ia menurunkan berat badannya. ’’Setiap hari pulang kerja itu marah-marah saja kalau lihat saya makan malam-malam, tambah ngamuk,’’ tambahnya lagi. Untuk menuruti keinginan Mukiyo, akhirnya setiap pagi ia berolahraga di rumah dan mengatur pola makannya.

Sudah dua bulan Tulkiyem menjalankan pola hidup sehat, agar tubuhnya kembali menjadi ideal lagi. Lalu, Mukiyo menanyakan apakah berat badan Tulkiyem sudah turun turun. Namun, ternyata berat badan Tulkiyem hanya turun dua kilo. ’’Di situ dia marah lagi. Katanya saya nggak niat buat kurus,’’ tuturnya.

Hampir setiap hari Mukiyo dan Tulkiyem bertengkar hanya karena masalah berat badan Tulkiyem. ’’Sudah semenjak bertengkar terus itu dia jarang pulang ke rumah,’’ ungkapnya.

Setiap Tulkiyem menanyakan alasan Mukiyo tidak pernah pulang, Mukiyo selalu marah bahkan tidak jarang Mukiyo sampai memukul Tulkiyem. ’’Saya tanya baik-baik, dia malah mukul saya,’’ kata wanita bertubuh tambun itu.

Daripada Tulkiyem harus menerima sikap Mukiyo yang kasar seperti itu, setelah ngobrol dengan kedua orang tuanya, akhirnya Tulkiyem memutuskan untuk bercerai saja. ’’Setelah mendapat persetujuan dari orang tua, saya Bismillah berani mengajukan cerai,’’ ungkapnya. (rizki fitrie febriana/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia