Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Tak Hanya Kamu, Aku Juga Bisa Selingkuh

Senin, 21 Aug 2017 09:53 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Nadzir/Radar Mojokerto)

Mangan gedang ning lomba Agustusan

Sing menang, hadiahe didum sitik edang

Nguwasno bojo digandeng wong lanang

Eh, timbang aku glendang, yo ta selingkuh mesisan

TIDAK hanya ada dalam kisah sinetron di televisi, ajang balas dendam pun terjadi di dalam kehidupan nyata. Inilah yang dialami rumah tangga Tulkiyem (samaran), 48, dan Mukiyo (samaran), 51, warga Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Mukiyo mendatangi Kantor Pengadilan Agama Mojokerto untuk menceraikan Tulkiyem, lantaran ia tepergok berselingkuh.

Sambil menunggu panggilan untuk masuk ke ruang sidang, Mukiyo menceritakan kronologis percerainnya dengan Tulkiyem. ’’Dulu itu saya sempat kerja di Jakarta. Selama dua tahunan,’’ ujarnya. Memang awal mula permasalahan rumah tangganya datang dari Mukiyo saat ia masih kerja di Jakarta. Mukiyo dulu sempat berselingkuh dengan teman kerjanya yang ada di sana. ’’Ya memang ini awalnya dari saya, saya yang mulai duluan berselingkuh,’’ tuturnya.

Mukiyo mengaku pada saat itu ia khilaf. Karena jauh dari istri, Mukiyo tidak bisa melakukan hubungan suami istri dan akhirnya Mukiyo melampiaskan hasrat tersebut dengan wanita lain di sana. ’’Kan jauh dari istri, jadi saya lampiaskan sama orang lain. Ya wajar kalau ada rasa pengen begitu,’’ jelasnya. Mukiyo berselingkuh dengan wanita lain yang merupakan rekan kerjanya selama satu tahun. ’’Selama setahun saya selingkuh dengannya,’’ jelasnya lagi.

Mukiyo lalu berhenti berselingkuh, karena ia didatangi oleh anaknya ke Jakarta. Selama Mukiyo berselingkuh dengan wanita tersebut, ia memang jarang pulang ke rumah. ’’Biasanya saya pulang dua bulan sekali. Tapi semenjak ada simpanan saya, setahun tidak pulang,’’ tuturnya.

’’Saya juga kaget waktu itu kok anak saya bisa datang ke Jakarta dan ke tempat kerja,’’ katanya. Pada saat itu, memang anaknya Sudrun (samaran) meminta alamat Mukiyo di Jakarta. Dengan alasan untuk mengirimkan paket. Akhirnya Mukiyo memberikan alamatnya. ’’Alasannya itu untuk ngirim paket. Nggak tahunya kok dia datang ke sana,’’ ujarnya. Melihat keberanian Sudrun yang datang ke Jakarta, Mukiyo pun akhirnya memutuskan pulang untuk berkumpul lagi dengan keluarganya.

Sebulan berada di rumah, Mukiyo heran dengan sikap istrinya yang sering pulang malam. ’’Padahal pulang kerja sore, tapi ini pukul 21.00 baru pulang,’’ katanya. Daripada Mukiyo curiga dengan istrinya terus-menerus, akhirnya Mukiyo mencoba menjemput Tulkiyem pulang kerja tetapi ia tidak bilang kepada Tulkiyem.

Tiba di pabrik tempat Tulkiyem bekerja, ia dikagetkan dengan sang istri berboncengan dengan pria lain. ’’Saya diam dulu, nggak langsung saya labrak,’’ paparnya. ’’Mereka berdua berhenti di warung makan, saya lihat suap-suapan kayak anak ABG,’’ paparnya lagi. 

Tidak mau membuat keributan di tempat umum, Mukiyo pun pulang dan berniat akan memarahi istrinya di rumah. Sampai di rumah, Mukiyo langsung menanyakan kepada Tulkiyem siapa pria yang bersamanya tadi. ’’Lha kok dengan santainya ia menjawab kalau dia memang selingkuh,’’ tandasnya.

’’Dan dia bilang kalau ingin balas dendam karena saya dulu juga menyelingkuhinya,’’ tambahnya lagi. Tidak ingin ribut, keesokan harinya Mukiyo langsung mendaftarkan percerainnya ke PA Mojokerto. (rizki fitrie febriana/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia