Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Ekonomi

Santer Isu Garam Dioplos Kristal Kaca, Disperindag Sita Garam Mencurigakan

Kamis, 10 Aug 2017 17:51 | editor : Mochamad Chariris

Hoax atau fakta, ini salah satu gambar kristal kaca dalam kandungan garam yang tersebar di media sosial (medsos).

Hoax atau fakta, ini salah satu gambar kristal kaca dalam kandungan garam yang tersebar di media sosial (medsos). (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Melambungnya harga garam diam-diam mulai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Demi mendapatkan keuntungan lebih, belakangan mencuat dugaan ada sejumlah produk garam diduga dioplos butiran kristal yang dicurigai berasal dari pecahan kaca.

Kondisi itu kini menjadi perhatian khusus Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto. Atensi dilakukan dengan mewaspadai masuknya garam oplosan tersebut di pasaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengaku sudah mendengar tentang peredaran garam oplosan tersebut. Sebagai upaya tindaklanjut, dia meminta semua petugas menyisir semua pasar tradisional. ”Hari ini sudah saya gerakkan. Tadi teman-teman kita minta untuk mengecek garam yang diduga itu beredar atau tidak di Mojokerto,” ungkapnya Kamis (10/9).

Hasilnya, dia mengaku sudah mengantongi beberapa produk garam tertentu yang terindikasi garam oplosan. ”Sudah, saya dapat indikasi yang patut dicurigai,” ujarnya. Menurutnya, saat ini tim sedang melakukan pencarian dan pendalaman tentang kebenaran ada tidaknya garam diduga dioplos butiran kristal menyerupai kaca tersebut. ”Sudah kami share ke anggota saya di pasar. Kalau ada, langsung tak minta mengamankan untuk dicek kebenarannya,” terangnya.

Bambang meminta masyarakat tetap waspada. Setidaknya, hingga petugas berhasil menemukan keberadaan garam oplosan tersebut. Terlebih, bahan yang digunakan dinilai cukup berbahaya bagi kesehatan. ”Saya mendapat laporan garam yang patut diduga itu dicampur dengan kaca. Tapi, masih belum kita buktikan di lapangan,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia