Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

The Lasmojo Menanti Keajaiban

04 Agustus 2017, 23: 00: 03 WIB | editor : Mochamad Chariris

PSMP saat dijamu Persik Kediri di lanjutan penyisihan grup 6 Liga 2 di Kediri.

PSMP saat dijamu Persik Kediri di lanjutan penyisihan grup 6 Liga 2 di Kediri. (Rino Wahyu for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kekalahan 0-1 dialami PSMP atas Persik Kediri, Selasa (1/8), di Stadion Brawijaya, Kediri, tak hanya berdampak buruk pada mental pemain.  Tapi, juga pada posisinya di klasemen sementara grup 6.

Pasalnya, kekalahan tersebut semakin menipiskan peluang The Lasmojo untuk bisa lolos ke babak 16 besar Liga 2, September nanti. Kondisi ini yang menjadi perhatian khusus segenap tim untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan dari dua laga away, dan mampu menyapu bersih 3 pertandingan yang tersisa.

Sebelumnya, The Lasmojo telah menelan kekalahan pertamanya di putaran kedua saat digebuk tim kuat lain, Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Kalteng, Jumat (28/7). Mujib Ridwan dkk harus menerima kekalahan saat ditekuk Laskar Isen Mulang dengan skor telak 1-4.

Tak ingin menderita kekalahan lagi, Laskar Majapahit mencoba memberikan perlawanan penuh saat bertarung melawan Persik Kediri. Namun sayang, perubahan strategi yang diterapkan tak mampu meladeni gempuran tensi tinggi tim Macan Putih itu. Dua kali kekalahan tersebut membuat posisi PSMP harus terjun dari puncak klasemen ke peringkat 3 dengan mengantongi 15 poin. Selain tidak ada tambahan poin, jumlah pertandingan yang telah dijalani The Lasmojo juga satu lebih banyak dari 6 tim lain di grup 6.

Kondisi ini yang diakui tim pelatih sebagai keadaan kritis yang wajib dibenahi di tiga laga tersisa. ’’Kita sebenarnya bisa bertahan untuk mencuri 1 poin, tapi di 10 menit akhir konsentrasi anak-anak lemah dan Persik bisa mencurinya. Pastinya akan dibenahi lagi untuk laga berikutnya,’’ terang Redi Suprianto, pelatih PSMP.

Dia mengakui, jarak poin dan margin gol yang dicetak anak asuhnya di 9 kali pertandingan memang cukup tipis untuk bisa bersaing di dua besar klasemen. Pasalnya, baik Kalteng Putra maupun Persik masih memiliki selisih satu kali pertandingan dari jumlah pertandingan yang telah dijalani PSMP.

Artinya, jarak poin kedua tim dengan PSMP masih berpeluang untuk bertambah jika mereka mampu memaksimalkan empat laga tersisa. ’’Kita tinggal tiga laga, mereka (Kalteng Putra dan Persik) tinggal empat laga. Sangat berat, tapi harus dilalui,’’ imbuhnya. Meski peluang semakin tipis, namun Redi optimis anak asuhnya masih memiliki peluang lolos dan mampu melewati ujian tersebut.

Nah, untuk merealisasikan optimisme itu, Mujib Ridwan dkk terus digembleng dengan persiapan tim yang lebih serius demi menyapu bersih tiga laga tersisa. Di mana, dua laga nanti akan berstatus sebagai tuan rumah dan satu laga terakhir berstatus sebagai tim tamu atau tandang. Salah satu keseriusan itu adalah dengan mengembalikan pola formasi dan strategi awal yang telah dipatenkan, yaitu pola 4-4-2.

Di mana, ofensif dibutuhkan untuk mencetak lebih banyak gol. ’’Kita Punya tiga laga lagi dan harus menang semua. Dari situ kita akan dapat poin 21,” tandasnya. Di sisi lain, Persik hanya punya satu kali laga kandang dan diprediksi PSMP mampu mengantongi 21 poin. ”Sedangkan Kalteng kita prediksi dapat total poin 20. Tapi itu hanya prediksi, masih tergantung perkembangan situasi ke depan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia