Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Minta Jatah Belanja, eh Dikasih Surat Cerai

Kamis, 03 Aug 2017 14:35 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Nadzir/Radar Mojokerto)

Mangan sego krupuke mlinjo

Sayure asem dicampur tomat

Gara-gara njaluk duwek blonjo

Suami porek njaluk pegat

Tulkiyem (samaran), 48, warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, mendatangi Kantor Pengadilan Agama Mojokerto. Dia diceraikan Mukiyo (samaran), 55, suaminya. Gara-garanya, dia berusaha meminta uang belanja kepada suaminya. Eh, ternyata malah diceraikan. Padahal, sudah menjadi kewajiban seorang suami untuk menafkahi keluarganya.

Mukiyo yang bekerja sebagai petani musiman tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Tulkiyem menyebut pekerjaan suaminya dengan rok-rok asem. ’’Suami saya itu lho kerjanya rok-rok asem. Kalau ada musim panen di sawah ya kerja. Kalau tidak ada ya tidak kerja,’’ jelasnya.

Selama ini kebutuhan rumah tangganya dipenuhi Tulkiyem sendiri dengan membuka toko di rumahnya dan menjadi pengepul jahit sepatu. ’’Selama ini yang mencukupi kebutuhan keluarga ya saya mbak,’’ ujarnya. Mulai dari bayar listrik hingga membiayai anaknya kuliah dibiayai Tulkiyem sendiri. ’’Wes pokoknya dia gak mau tahu urusan bayar-bayar. Bahkan punya tanggungan bank aja dia tidak tahu,’’ tuturnya.

Permasalahan rumah tangga Tulkiyem dan Mukiyo terjadi pada awal tahun. Permasalahan tersebut muncul hanya karena Tulkiyem meminta uang belanja kepada Mukiyo. ’’Ya semenjak saya mintai uang belanja, saya kok dimusuhi,’’ jelasnya. ’’Mosok wes 30 tahun kok nggak ngerti, nggak mau tahu kebutuhan keluargane iku akeh,’’ sambungnya.

Sifat Mukiyo yang seperti ini sudah sejak awal menikah. Namun Tulkiyem tetap bersabar dan memberikan waktu untuk Mukiyo agar bisa berubah. Tetapi kesabaran Tulkiyem tidak membuahkan hasil, Mukiyo tetap saja tidak berubah. ’’Tapi kok ya sampai punya cucu, dia tetap tidak berubah,’’ tuturnya. Jauh di dalam hati Tulkiyem, sebenarnya ia tidak mau pisah dengan sang suami karena usianya yang sudah tua dan telah mempunyai cucu. Tetapi Mukiyo tetap ingin bercerai dengan Tulkiyem.

’’Saya itu malu sama menantu dan cucu, wes tuo kok mau pisah segala,’’ tandasnya. ’’Tetapi saya lihat suami saya kok ya semangat mengurus perceraian ini. Koyok pengen ndang wes pisah ngunu lho,’’ jelasnya.

Pada sidang pertama, Tulkiyem tidak hadir karena ia berpikir masih ingin tetap bersama Mukiyo untuk  menghabiskan masa tuanya bersama. Tapi apalah daya memang rumah tangga yang sudah dibina selama 30 tahun harus kandas di tengah jalan. ’’Ya sudah kalau dia memang maunya kayak gini, saya ikuti saja,’’ tambahnya.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia