Minim Siswa, Operasional Sekolah Terbatas

MOJOKERTO – Minimnya jumlah siswa di beberapa sekolah di Kabupaten Mojokerto akan berdampak pada pemerataan kualitas pendidikan. Sebab, dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima tergantung dari jumlah siswa.

Dengan demikian, di beberapa lembaga yang kekurangan siswa akan berpengaruh pada terbatasnya operasional mereka. Kepala SDN Tanjungkenongo 2, Suharno mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir ini lembaganya menerima BOS dengan jumlah terbatas.

Dengan begitu, pihaknya harus pandai-pandai menyiasati dan memanfaatkan seperlunya. ”Pokoknya kita gunakan untuk kebutuhan yang terkait dengan pendidikan saja,” ujarnya Jumat (19/5) .

Dengan demikian, lembaga kurang bisa leluasa untuk memaksimalkan operasionalnya. Mengingat, dana BOS merupakan satu-satunya sumber dana yang diperoleh lembaga. Hal itu menyusul selama beberapa tahun terakhir ini minim siswa.

Bahkan tahun ini hanya ada 7 siswa saja. ”Selain operasional, BOS juga kita gunakan sebagai honor GTT,” terangnya. Terpisah, sekretaris Dispendik Kabupaten Mojokerto, Agus Sukaryono memaparkan, besarnya dana BOS yang diterima oleh masing-masing sekolah memang berbeda.

Karena hal tersebut tergantung dari jumlah siswa yang ada. ”Ya, tergantung jumlah muridnya,” terangnya. Dengan begitu, minimnya jumlah siswa akan berpengaruh terhadap biaya operasional lembaga.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar