Hati-hati, Serangan DBD Masih Mengancam

MOJOKERTO – Meski selama beberapa pekan terakhir curah hujan sudah tidak lagi mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto, namun hal tersebut tak lantas membuat masayarakat terbebas dari ancaman demam berdarah dengue (DBD).

Sebab, hampir di setiap pekan, masih saja ada warga yang harus dirawat akibat gigitan nyamuk aedes aegypti. Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Hartadi menyebutkan, hingga memasuki pekan ketiga Mei ini, sudah tercatat 7 orang yang mengalami DBD.

Ya, terakhir kemarin di Desa Gebangmalang (Kecamatan Mojoanyar) ada laporan kasus DBD,” ujarnya kemarin. Dia merinci, data tersebut berdasarkan dari laporan setiap puskesmas mulai dari 1-17 Mei kemarin.

Laporan terbanyak dari Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar sebanyak 3 kasus, kemudian Puskesmas Gondang 2 kasus, lalu Jatirejo, dan Kemlagi masing-masing menyumbang 1 kasus.

Menurutnya, di sejumlah lokasi tersebuit telah dilakukan fogging atau pengasapan untuk menghentikan penyebaran DBD. Karena, DBD bisa ditularkan melalui perantara nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Meski demikian, kata dia, fogging bukan cara yang efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja. ”Siklusnya nyamuk kan mulai dari telur, larva dan jentik. Kalau yang diberantas hanya nyamuk dewasa saja, siklus akan tetap ada,” terangnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar