Bangunan Suci di Antara Dua Masa Kerajaan

MOJOKERTO – Berbicara tentang Kecamatan Trowulan, maka tak ubahnya mengupas tentang peradaban masa lampau. Hal itu tak lepas dengan banyaknya temuan-temuan situs maupun benda yang bernilai cagar budaya yang sebelumnya terpendam di bawah tanah Trowulan.

Khususnya, bukti-bukti sejarah tersebut kental dengan peninggalan Kerajaan Majapahit. Beberapa di antaranya yang sudah berhasil terungkap adalah, Gapura Bajang Ratu, Gapura Wringin Lawang, Candi Tikus, Candi Brahu, Candi Minak Jinggo, Kolam Segaran, makam Putri Cempa, Makam Troloyo dan beberapa situs lainnya.

Oleh karena itu banyak pakar yang meyakini, bumi Trowulan merupakan pusat pemerintahan atau Ibu Kota Kerajaan Majapahit. Namun, dari sekian situs atau candi tersebut, ada satu cagar budaya yang cukup menarik perhatian. Yakni Candi Brahu.

Ya, karena peninggalan sejarah yang satu ini diduga kuat bukan merupakan warisan dari Kerajaan Majapahit. ”Ya, Candi Brahu merupakan peninggalan dari Kerajaan Medang Kamulan saat dipimpin Raja (Mpu) Sindok,” ungkap Marsaid, 47, Koordinator Juru Pelihara (jupel) Benda Cagar Budaya Wilayah Mojokerto.

Dia menjelaskan, meski secara fisik struktur dan bahan baku bangunan yang digunakan identik dengan bangunan pada masa Majapahit. Yaitu semuanya terbuat dari batu bata merah.

Namun, candi yang berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan itu diperkirakan dibangun jauh sebelum kerajaan Majapahit berdiri. ”Dibangun sekitar tahun 939 masehi,” terangnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar