Perkaya Kurikulum, Dilirik Jadi Monumen Nasional

MOJOKERTO - Selain dikenal dengan panorama alamnya, Gunung Penanggungan juga menyimpan banyak peningalan sejarah. Kondisi inilah yang mendorong para pihak pemangku melakukan gerakan menjaga benda purbakala dengan membentuk rumah peradaban Gunung Penanggungan. Seperti apa?

Tepat di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, terdapat bangunan megah persis di kaki Gunung Penanggungan. Ya, bangunan itu milik Ubaya Penanggungan Center (UPC). Sedianya, dimanfaatkan sebagai pusat informasi purbakala seputar Gunung Penanggungan.

Digarap sejak Desember 2014 lalu, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, kemarin rumah peradaban situs Gunung Penanggungan itu resmi dibuka bagi masyarakat umum.

Setidaknya, pusat studi kepurbakalaan akan menjadi rumah peradaban sebagai corong dalam menyosialisasikan hasil pendataan ulang situs Gunung Penanggungan kepada masyarakat.

”Situs Gunung Penanggungan saat ini menempati posisi istimewa dalam sejarah kebudayaan Indonesia,’’ ungkap Hadi Sidomulyo, tim ekspedisi Ubaya Penanggungan Center (UPC).

Menurutnya, sejak 2012 lalu, selama melakukan penelitian di gunung suci itu, tim UPC banyak menemukan bangunan purbakala yang beragam bentuk dan jenisnya. Di antaranya, Gapura Jedong di lereng utara gunung atau di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar