Hasil Bumi Disulap Jadi Garuda Pancasila

MOJOKERTO – Ruwah bumi atau desa digelar warga di Dusun Kembangsore, Desa Petak, Kecamatan Pacet, kemarin. Mereka mengarak hasil bumi mengenakan pakaian adat keliling desa.

Tradisi ini juga diyakini dapat mendatangkan kesejahteraan dan menjauhkan dari bala. ’’Kita tidak mau budaya dan adat yang telah diwariskan leluhur hilang begitu saja,’’ ungkap Kades Desa Petak, Supoyo.

Prosesi ruwah desa diawali dengan menggelar kirap ancak atau arak-arakan keliling desa. Hasil bumi warga dan petani ini dibentuk burung Garuda dan tumpeng raksasa. ’’Kami yakini juga, ruwah desa ini untuk membuang bala,’’ katanya.

Menurutnya, di era sekarang, tradisi ruwah desa sangat positif. Hal itu sekaligus mempertahankan budaya dan adat. ’’Siapa lagi kalau bukan kita. Wong kita juga tinggal melesatarikan saja,’’ ujarnya.

Setidaknya, ada lima kelompok ikut serta dalam barisan arakan-arakan hasil bumi itu. Setiap peserta mengenakan pakain adat Nusantara. Arak-arakan diiringi kesenian musik tradisional dan beragam atraksi.

Selain kirab ancak, sebelumnya masyarakat juga menggelar doa bersama. ’’Setidaknya kami bisa menunjukkan dan memeperkenalkan adat dan budaya ke anak cucu kita,’’ tandasnya. (ori/ris)

 


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar