Proyek GMSC Tunggu Audit BPK

MOJOKERTO – Kalangan dewan terus memberi atensi tinggi terhadap pembangunan di kota. Lebih-lebih didasarkan serapan anggaran, rupanya belum mencapai target per triwulannya.

Wakil rakyat ini menilai beban yang ditanggung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terbilang kelas berat. Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Mojokerto Sonny Basoeki.

Ia menyatakan, DPUPR di tahun ini menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program infrastruktur kota. Hal itu setelah sejumlah proyek fisik yang sebelumnya berada di instansi teknis, sejak tahun ini dilimpahkan ke DPUPR.

’’Beban PU tahun ini sangat berat. Semua proyek fisik ditaruh di sana,’’ ungkap Sonny. Ia mengatakan, kondisi itu diperparah dengan perubahan sistem pelelangan di kota dengan penggunaan aplikasi yang terbaru.

Imbasnya, lelang paket proyek tersendat-sendat. Bahkan, saat ini bisa dikatakan macet lantaran hanya ada dua paket proyek yang dilelang. Proyek strategis seperti pembangunan gedung kuliah PENS, rehab berat gedung Disporabudpar, pembangunan Rumah Potong Hewan, pembangunan pagar Tempat Pembuangan Akhir (TPA), adalah beberapa proyek instansi teknis yang ditaruh di DPUPR.

Imbasnya, sampai kini, catatan serapan DPUPR minim. ’’Cuma 7 persen. Itu artinya, proyek belum jalan. Serapan hanya untuk bayar gaji pegawai dan belanja kecil saja,’’ sebut anggota Komisi II bidang pembangunan DPRD Kota Mojokerto ini.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar