Balita Suspect Difteri, Diduga Tertular

MOJOKERTO – Warga Kabupaten Mojokerto nampaknya harus tetap waspada terhadap penyakit difteri. Itu setelah seorang balita, HR, usia 3,5 tahun, harus mendapatkan perawatan intensif di ruang anak Kertawijaya, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Bocah asal Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, tersebut didiagnosa suspect difteri. Heri Sucipto, ayah pasien, mengatakan, pada awalnya, anak perempuannya itu mengalami demam, batuk dan panas tinggi.

Gejala tersebut tak kunjung sembuh hingga berlangsung selama 10 hari. Khawatir terjadi apa-apa, kemudian dirinya membawanya ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. ’’Di sana (puskesmas), sudah diambil darah untuk diperiksa lab,’’ paparnya, kemarin.

Awalnya, dari hasil tes lab tersebut diketahui bahwa HR mengalami sakit tifus. Namun, kata Heri, panas tinggi yang dialami anaknya itu tak kunjung turun. Bahkan, sempat mengalami sesak napas dan sakit ketika dibuat menelan.

’’Awalnya napas hanya melalui mulut saja, karena hidungnya seperti tersumbat dahak,’’ jelasnya. Setelah itu, pihak puskesmas merujuknya ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Nur Hayati, ibu pasien menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, diduga anak keduanya itu mengalami sakit difteri.

Sebab, di dalam mulutnya, tepatnya di sekitar langit-langit dan amandel terdapat bercak putih keabu-abuan atau dikenal dengan beslah. Di mana bercak tersebut merupakan salah satu tanda difteri.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar