Proyek Rumah Majapahit Diusik

MOJOKERTO – Pembangunan rumah Majapahit di kawasan Trowulan diusik. Proyek yang didanai Pemerintah Provinsi Jatim ini kental dimainkan. Pasalnya, dari target 300 rumah di tahun 2016, hanya terealisasi separonya.

Hal ini diungkap Forum Komunikasi Indonesia Satu (FKI-1) usai melaporkan dugaan ini ke Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), kemarin. Dalam surat itu, Ketua FKI-1 Wiwied Haryono, mencurigai adanya permainan dalam proyek pembangunan.

Dia merinci, dalam proyek itu, pemprov mengalokasikan dana sebesar Rp 13 miliar. Anggaran sebanyak itu untuk pembangunan rumah ala Majapahit sebanyak 300 unit. Rumah tersebut dibangun di tiga desa. Yakni, Desa Watesumpak, Trowulan dan Desa Temon. Namun, dalam realisasinya, rekanan hanya menyelesaikan 154 unit.

Wiwied menyebut, yang aneh dalam proyek ini, konstruksi hingga spesifikasi yang ditetapkan Pemprov Jatim tak mengalami perubahan sedikit pun. ’’Besaran teknisnya sama. Tapi kenapa hanya separo saja yang bisa diselesaikan?’’ papar dia.

Ia mempertanyakan dana yang seharusnya untuk membangun separo rumah tersebut. Wiwied menghitung, terdapat dana Rp 7,44 miliar yang disinyalir dipakai bancaan sejumlah oknum. ’’Ini yang saya inginkan klarifikasi ke bupati. Kenapa bisa seperti ini,’’ imbuhnya.

Besaran anggaran itu, seharusnya hanya menelan anggaran Rp 36 juta per rumah. Namun, dana yang dipakai untuk membangun rumah tersebut menelan anggaran hingga Rp 84 juta per unit.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar