Ibu Itu Madrasah Bagi Anak

MOJOKERTO - Dunia politik memang relatif masih baru bagi sosok Ika Puspitasari. Namun, perempuan kelahiran Mojokerto 12 April 1979 ini dikenal menaruh komitmen tinggi dalam memperjuangkan dan menjaga martabat perempuan.

Meski perempuan kekinian dituntut mampu memiliki peran di semua bidang. ’’Kalau dulu, zaman Kartini, perempuan berkutat di tiga hal, dapur, sumur dan kasur. Namun, di era Kartini modern ini, dalam hal pendidikan perempuan harus setara dengan laki-laki,’’ ujar Mbak Ita, begitu dia karib disapa.

Dilahirkan dalam lingkungan keluarga Nahdliyin 38 tahun silam, di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, jiwa organisasi ibu dua anak ini memang sudah terbentuk sejak remaja.

Kendati menyandang Ketua DPD Partai Nasdem Kota Mojokerto, Ita enggan meninggalkan kesibukan berorganisasi dan berbisnis. Telah banyak aktivitas yang dijalani. Dari aktif di dunia organisasi di PC Muslimat NU, partai politik, sampai berwirausaha.

’’Sejak Kartini Jawa mendobrak perempuan Jawa, di situlah perempuan mulai berperan,’’ imbuh ibu dari Salman Robith Fachrurrozi, 13, dan Jazeyla Qurrota Aina, 9, ini.

Terbitnya Undang-Undang tentang Afirmasi di Pemilu, bagi Ita, memberi angin segar saat kedudukan perempuan menjadi 30 persen, terutama di panggung politik. Walau jatah tersebut, menurut alumni Fakultas Ekonomi Unair Surabaya tahun 2002, dirasa masih sangat kurang.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar