13 Pemandu Lagu Dites HIV, Seperti Apa Hasilnya?

MOJOKERTO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dan Komisi Penanggualangan AIDS (KPA) kembali melakukan pemeriksaan terhadap salah satu populasi kunci.

Kali ini kagiatan tersebut menyasar para pemandu lagu (PL) yang dinilai berisiko tinggi terhadap penyebaran HIV/AIDS. Kemarin, sebanyak 13 wanita PL yang berada di salah satu hotel di Kecamatan Trowulan mengikuti Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau tes terhadap penyakit HIV/AIDS.

Satu per satu dari belasan wanita yang berusia sekitar 20-30 tahun itu diambil darahnya. Darah tersebut kemudian dilakukan tes di laboratorium Puskesmas Trowulan. ’’Hasilnya masih belum bisa diketahui, nunggu besok (hari ini),’’ ungkap Rina Yuniati, Pengelola Progam KPA Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, dari 13 PL tersebut kebanyakan adalah warga pendatang. Seperti Bandung, Cianjur, dan Malang. Meski demikian, tes VCT tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Mojokerto. ’’Kita bukan lihat domisilinya, karena mereka kan bekerjanya di sini,’’ terang dia.

Dia menjelaskan, apabila penyakit HIV/AIDS ditemukan sejak dini, maka angka penularan bisa terus ditekan. Selain itu, penanganan pada pengidap HIV untuk dilakukan pengobatan juga akan bisa maksimal.

Khususnya pada populasi kunci, meliputi Wanita Pekerja Seks (WPS) dan Laki-Laki Seks Laki-Laki (LSL). ’’Juga panti pijat dan pemandu lagu, karena mereka termasuk WPS tidak langsung. Karena ada embel-embel pekerjaan lain itu,’’ terangnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar