Ngapeli Pacar, Pulang Dianiaya, lalu Dibuang di Sungai Brantas

MOJOKERTO - Sesosok mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Brantas, tepatnya di Dam Sipon, Desa Pageruyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto mulai terkuak. Itu setelah pihak keluarga korban mengenali ciri-ciri korban saat proses evakuasi mayat, Senin malam (17/4).

Identitas korban adalah Yeyen Siswanto, 28, warga Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Korban diketahui menghilang dari rumah sejak tiga hari lalu saat berpamitan mengunjungi rumah pacarnya. 

Sebelumnya, mayat ditemukan mengambang oleh pemancing Dam Sipon pukul 16.30. Namun, karena posisi mayat berada di tengah sungai, tim SAR bersama polisi dan relawan lainnya tak bisa langsung mengevakuasi.

Hingga pukul 21.30, mayat akhirnya menepi dan langsung dievakuasi ke darat oleh petugas. Mayat pun langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto untuk proses otopsi.

"Sebenarnya proses evakuasi direncanakan esok hari karena hari mulai gelap dan arusnya juga deras. Kita juga minta bantuan tim SAR dari Surabaya. Tapi, pada pukul 21.00 jenazah mulai menepi," kata Didik Soedarsono, Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto.

Saat otopsi berlangsung, tiba-tiba muncul kerabat korban datang ke kamar jenazah. Mereka meyakini korban merupakan Yeyen yang hilang sejak Sabtu malam (15/4), dari ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. Yakni, kulit sawo matang dan kaus warna hitam yang dikenakannya saat terakhir kali meninggalkan rumah.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar