Harga Sembako Tak Merata, Relatif Masih Tinggi

MOJOKERTO – Mendekati Ramadan dan Lebaran harga sejumlah sembako di Kabupaten Mojokerto belum juga menunjukkan tanda-tanda stabil atau normal. Di empat pasar tradisional harga jual kebutuhan pokok ini tidak merata.

Masyarakat sebagai konsumen masih merasa keberatan untuk membeli dalam jumlah banyak. Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, harga jual sembako di empat tradisional memang belum merata seperti yang diharapkan masyarakat.

Namun, saat ini penjualan tersebut relatif terjangkau dibanding beberapa bulan sebelumnya. Harga beras bengawan misalnya, rata-rata masih dijual Rp 8.500 ribu – Rp 11.600 per kilogram, sedangkan jenis IR 64 berada di kisaran Rp 8.000 – Rp 8.800 per kg.

”Ini pantauan rutin kami di empat pasar tradisional,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Empat pasar tradisional itu meliputi, Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko; Pasar Gempolkrep, Kecamatan Gedeg; Pasar Legi, Kecamatan Mojosari, dan Pasar Pohjejer, Kecamatan Gondang. 

Disperindag menyebutkan, harga gula pasir lokal saat ini dijual Rp 12.000 per kg. ”Artinya, pedagang masih menjual dengan harga normal,” tandasnya.Berbeda halnya dengan daging sapi. Di tengah masih tingginya masyarakat mengonsumsi daging, penjual daging pun menetapkan harga berbeda.

Ada yang menjual Rp 98.000, namun sebagian menjual dengan harga tinggi, yakni Rp 100.000 per kg. Mahalnya harga jual juga terpantau pada jenis telur ayam. Empat pasar tradisional di bawah pengelolaan Pemkab Mojokerto ini relatif menjual dengan harga berbeda pula.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar