US SMPLB Tak Diikuti Siswa Tunalaras

MOJOKERTO – Ujian sekolah (US) jenjang SMP digelar secara serentak mulai Senin (17/4). Pun demikian bagi sekolah khusus SMP Luar Biasa (SMPLB). Di Kabupaten Mojokerto, terdapat 18 siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) mengikuti US.

Namun, dari jumlah tersebut hanya 8 yang bisa melanjutkan mengikuti ujian nasional (unas). Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Mojokerto, Purnomo mengatakan, tahun ini terdapat 3 lembaga yang menyelenggrakan US.

Dengan jumlah keseluruhan peserta sebanyak 18 siswa kelas IX SMPLB. Masing-masing di SLBN Seduri, Kecamatan Mojosari 5 siswa, SLB PGRI Dlanggu 7 siswa, dan SLB PKK Gedeg 6 siswa.

 ”Semua siswa kelas IX ikut US, soalnya masih berbasis kertas semuanya,” ungkapnya. Sesuai jadwal, US akan digelar selama 4 hari dengan 8 mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Menurutnya, hasil dari US nanti, akan menjadi salah satu penentu kelulusan siswa.

Selain itu pelaksanaan US tidak ada batasan bagi kekhususan yang disandang siswa ABK. Sehingga, semua kategori bisa mengikutinya. Dia merinci, US tahun ini diikuti siswa kategori A atau tunanetra sebanyak 2 siswa, sedangkan kategori B atau tunarungu 5 siswa, kategori D atau tunadaksa 1 siswa, dan kategori C tunagrahita 10 siswa.

”Untuk kategori E (tunalaras), tahun ini tidak ada pesertanya,” terangnya. Pria yang juga menjabat sebagai kepala SLB Negeri Seduri, Kecamatan Mojosari ini menambahkan, dari jumalah peserta tersebut, nantinya hanya 8 siswa saja yang bisa melanjutkan untuk mengikuti unas.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar