28 Tahun Dipasung dengan Balok Kayu

MOJOKERTO – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kembali ditemukan kemarin. Dengan dalih khawatir meresahkan warga, pihak keluarga memilih untuk memasungnya.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Hal tersebut memperburuk kondisi kesehatan ODGJ. Petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto kembali membebaskan dua ODGJ di Kecamatan Puri. Masing-masing di Dusun/Desa Mlaten dan Dusun/Sambiroto, Desa Mlaten.

Kuswaji, warga Dusun/Desa Mlaten, Kecamatan Puri ini, sudah 28 tahun dipasung keluarganya. Pria 48 tahun itu, dipasung dan ditempatkan di sebuah gubuk kecil berukuran 4 x 5 meter yang berdiri di atas lahan milik keluarga.

Di ruangan itu, dia hanya tidur beralaskan bayang bambu. Kedua kakinya dipasung di antara dua kayu yang menindih kakinya. ’’Mulai umur 20-an adik saya (Kuswaji) ada di sini. Sekarang usianya sekitar 48 tahun,’’ terang Ngatubi, 65, kakaknya.

Dia mengaku terpaksa memasung adik kandungnya itu karena tidak memiliki cukup biaya untuk mengobatkan. Terhitung, Kuswaji sudah keluar masuk rumah sakit jiwa (RSJ) sebanyak tiga kali. ’’Dia juga sering merusak rumah dan ngeluyur,’’ jelasnya.

Selain itu, dirinya juga khawatir Kuswaji akan lepas dari pantauan keluarga. Ngatubi menjelaskan, penyakit gangguan jiwa rupanya tak hanya dialami Kuswaji. Sebelumnya, lima anak dari pasangan Wagimin dan Siani tersebut tiga diantaranya mengalami penyakit yang sama.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar