Ingin Tahu Proses Pembersihan Candi Brahu Trowulan? Begini Caranya

 

MOJOKERTO - Dibutuhkan ekstra kehati-hatian dalam membersihkan situs cagar budaya. Salah satunya Candi Brahu di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Sebab, candi berbentuk marcusuar dan dibangun dari batu bata tersebut sudah mulai rapuh, karena usianya menginjak 10 abad lebih.

PAGI itu, sejumlah orang terlihat sibuk membersihkan Candi Brahu di Dusun/Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Di musim penghujan seperti saat ini, bangunan candi memang perlu perawatan lebih dibanding biasanya. Sebab, di setiap permukaan bangunan candi banyak ditumbuhi lumut dan rumput liar.

Selain bisa merusak struktur bangunan, hal tersebut juga mengurangi keindahan dari peningggalan sejarah ini. Ya, mereka adalah juru pelihara (jupel) Candi Brahu. Sedikitnya terdapat 7 orang yang terlihat begitu hati-hati dalam membersihkan setiap celah dan permukaan batu bata. Bahkan, proses pembersihannya mempertahankan cara tradisional.

Membersihkan rumput misalnya, mereka hanya mencabutnya dengan tangan kosong. Kemudian, rumput yang lembut, dibersihkan menggunakan sapu lidi. Sedangkan untuk lumut, cukup memakai sikat dari ijuk.

”Semuanya manual, tanpa menggunakan mesin atau alat yang sifatnya tajam dan keras. Karena risikonya bisa merusak struktur candi,” ungkap Marsaid, 47, salah satu jupel Candi Brahu.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar