Kapolres: Masyarakat Harus Ikut Merawat dan Menjaga BCB

MOJOKERTO - Maraknya penjarahan situs kepurbakalahan di Kabupaten Mojokerto mendorong Polres Mojokerto dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) mengambil langkah.

Dengan mengundang sejumlah Muspika kedua instansi tersebut melakukan sosialiasai akan pentingnya menjaga dan menyelamatkan benda cagar budaya (BCB), Rabu (12/4) di Mapolres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Rachmad Iswan Nusi mengatakan, sosilasisasi penting dilakukan di tengah maraknya penjarahan atau pencurian BCB. Salah satunya terjadi di situs Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, belakangan ini.

Sehingga, masyarakat semakin sadar, terutama mereka yang tinggal di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). ’’Yang pasti, masyarakat banyak yang masih awam. Makanya perlu ada pemahaman,’’ ungkapnya.

Apalagi adanya UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya sudah ditetapkan sejak tahun 2010 lalu. Artinya, karena sudah diundangkan, masyarakat harus cakap dan paham akan aturan hukum yang berlaku.

’’Konsekuensi bagi pelanggar, ya hukum. Ketika ada perusakan benda purbakala, sudah, hukum yang bicara. Jadi, bukan masalah tahu atau tidak tahunya,’’ tegasnya. Sosialisasi menggandeng BPCB ini juga dihadiri jajaran Muspika, Camat, Danramil, dan Kapolsek du tujuh kecamatan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar