Polisi Usut Penjarahan Situs

MOJOKERTO – Penjarahan situs purbakala di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto juga mendapat perhatian serius kepolisian. Dengan pemanggilan saksi-saksi, petugas terus mengusut pengerusakan dan penjarahan batu bata kuno yang menjadi BCB tersebut.

baca: Dijarah Puluhan Tahun, BPCB Jatim Kecolongan

Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan selama dua hari ini, kepolisian mendapat pengakuan bahwa para penjarah tanah itu tidak tahu dan tidak sengaja.

’’Hasil pemeriksaan kemarin banyak masyarakat tidak tahu kalau wilayah mereka ini masuk cagar budaya,’’ ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Rachmad Iswan Nusi kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (11/4).

Meski begitu Rachmad mengaku, akan terus mengusut dan mendalami kasus penjarahan yang sempat viral di akun medsos setelah Deni Indianto dalam akun facebook-nya mengunggah foto aksi penjarahan bata kuno ke dalam truk itu terjadi di wilayahnya.

’’Langkah awal kita hanya memeriksa saksi-saksi yang ada di situ. Kita panggil untuk dimintai keterangan lebih mendalam,’’ imbuhnya. Kata dia, hasil penyelidikan diketahui, lokasi penemuan BCB tersebut berada di tanah milik keluarga almarhumah Tuminah.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar