Penjarahan Situs, Diduga Ada Sindikat Perdagangan

MOJOKERTO – Praktik penjarahan dan penjualan batu bata kuno yang tersimpan di sekitar wilayah Trowulan tampaknya sulit diberantas dalam waktu singkat.

baca: BPCB Jatim Diminta Bertanggung Jawab

Pasalnya, praktik penjualan benda cagar budaya (BCB) peninggalan Kerajaan Majapahit ini diakui BPCB Jawa Timur (Jatim) telah berlangsung selama puluhan tahun silam.

Tak hanya itu, belum selesainya aturan hukum tentang BCB membuat sindikat perdagangan BCB makin leluasa dalam menjarah situs nenek moyang. Kondisi ini semakin membuka peluang kerusakan BCB lebih besar dari situasi saat ini.

Pernyataan tersebut diakui kepala unit Humas dan Kesekretariatan BPCB Jatim, Sudaryanto saat dikonfirmasi kemarin. Minimnya laporan tentang aksi penjarahan dan penjualan hingga mengakibatkan kerusakan situs purbakala membuat BPCB kesulitan menghentikan sindikat perdagangan BCB.

Kondisi ini pun lambat laun bakal berdampak buruk terhadap ilmu pengetahuan dan penelitian dalam mengungkap sejarah dan budaya Majapahit. ’’Ya, pastinya kita akan minim data. Padahal, data tersebut sangat penting untuk pengembangan pengetahun dan penelitian,’’ terangnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar