Tak Pernah Menguntung, PDAM Terus Merugi

MOJOKERTO - Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berupa PDAM Tirta Maja Kota Mojokerto terus merugi. Imbasnya, peran strategis perusahaan sebagai penyedia layanan air bersih hingga pemberian kontribusi bagi pemasukan daerah sulit terealisasi.

PDAM Tirta Maja dinyatakan tidak sehat dalam audit yang dilakukan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) pada tahun 2015 silam. Target penambahan sambungan langganan dan operasional layanan 24 jam juga belum terpenuhi.

Padahal, sejak empat tahun silam BUMD ini disuplai dana miliaran rupiah oleh Pemkot Mojokerto. Bantuan kucuran dana berupa penyertaan modal dari pemkot sudah diluncurkan sejak tahun 2014 silam.

Bantuan itu kemudian berlanjut untuk setiap tahunnya. Pada tahun 2016, kucuran anggaran dihentikan. Tak kurang puluhan miliar dana telah dikucurkan kepada PDAM Tirta Maja.

Atas suntikan anggaran itu, Pemkot juga memberikan target peningkatan layanan. Utamanya, pemberian layanan air bersih kepada warga Kota Mojokerto. Sejak tahun 2014 lalu, sambungan layanan ditargetkan terus bertambah hingga tahun 2018 sudah menyentuh angka 10 ribu sambungan.

Besaran 10 ribu sambungan itu dianggap titik penting dalam perencanaan bisnis salah satu BUMD Pemkot. Lantaran, pada titik itu ditaksir break even point (BEP) bisnis bidang air itu tercapai.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar