Jarang Tekan Fingerprint, Puluhan Pejabat Direkom Pecat

MOJOKERTO – Persoalan absensi di lingkungan Pemkab Mojokerto membuat resah pegawai. Hal itu setelah mencuatnya rekom pemecatan yang dialamatkan untuk sejumlah pegawai dan puluhan pejabat.

Keresahan pejabat dan pegawai di lingkungan pemda ini sebenarnya sejak pekan lalu. Banyak yang nampak kelabakan lantaran dirinya yang selalu rutin berdinas, mendadak mendapat kabar jika namanya direkomendasikan untuk dipecat.

’’Saya sangat tidak percaya. Padahal, saya selalu masuk,’’ ujar sumber ini. Tidak hanya pemecatan. Namun, yang cukup meresahkan, pemecatan itu disertai dengan pecat tidak hormat. Dengan begitu, tidak akan ada uang pensiun yang bisa didapat ketika harus dipecat dari kedinasan.

Ia mengakui, selama ini memang kerap menjalani dinas luar. Ia jarang menekan tombol di fingerprint sebagai tanda masuk kerja. ’’Memang sangat jarang. Tapi, sangat jelas kalau saya selalu kerja. Tapi kerja di luar,’’ imbuh dia.

Jika memang rekomendasi itu muncul akibat tak mengisi absensi, ia mengaku tak puas. Apalagi, absensi di yang menempel di tembok kantornya kerap ngadat karena mengalami kerusakan. ’’Kalau hanya absensi fingerprint, tentu tidak fair. Sama sekali tidak adil,’’ ungkap pejabat eselon III ini.

Senada ditegaskan seorang staf di Setdakab Mojokerto. Ia menceritakan, dirinya harus menerima punishment berupa ’’peringatan keras’’. Padahal, tugas yang menjadi tanggung jawabnya selalu dikerjakan hingga tuntas. ’’Dan, saya memang jarang absen. Ya itu. Dinas luar,’’ tegas dia.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar