Sering Diejek, Tak Pernah Berniat Menjadi Atlet

MOJOKERTO - Dunia olahraga saat ini memang tak kenal jenis kelamin. Laki-laki ataupun perempuan bisa memainkan hampir semua jenis cabang olahraga, tak terkecuali biliar.

Ya, meski sempat dicela beberapa kali, tak membuat Nurma Ulifatul Umroh kapok mengejar cita-citanya sebagai atlet biliar profesional. Seperti apa kisahnya?

Tanggal 11 September 2016 menjadi hari paling spesial bagi ABG asal Dusun Clangap, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini. Malam itu adalah malam pertama kalinya putri pasangan Rasiyo dan Muklisah ini tampil dalam di sebuah ajang kejuaraan resmi biliar, bertajuk Porkot (Pekan Olahraga Kota) Mojokerto.

Tak hanya tampil, pelajar kelas IX ini juga menciptakan sejarah baru dunia biliar Kota Onde-onde sebagai atlet pertama putri yang sukses meruntuhkan dominasi pebiliar putra.

Ya, Nurma Ulifatul Umroh memang tidak menyangka skill permainannya dalam cabor biliar sungguh mempesona. Bahkan, atas prestasinya itu, dia langsung didapuk Pengkot POBSI Kota Mojokerto sebagai atlet biliar putri andalan untuk berbagai macam event kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Termasuk dijanjikan bakal tampil di ajang olahraga multievent di Jatim, Porprov 2019. ’’Mulai kelas 5 SD saya mulai belajar biliar. Sampai kelas 6 SD saya juga masih sering bermain. Tapi, pas masuk SMP, saya sudah mulai jarang, sampai disuruh sama guru untuk ikut Porkot, dan ternyata menang,’’ terang Nurma kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (4/4).

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar