Di Kabupaten Mojokerto, TBC Capai Seribu Kasus

MOJOKERTO – Tepat hari ini, diperingati sebagai Hari Tuberculosis (TBC) Sedunia. Di Kabupaten Mojokerto, kasus TBC masih cukup tinggi. Selama dua tahun terakhir, jumlah penderita semakin meningkat.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, jumlah temuan kasus TBC pada 2015 sebanyak 780 orang. Sedangkan tahun 2016 naik menjadi 1.015 kasus.

Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto, Hartadi, mengungkapkan, TBC merupakan salah satu penyakit yang mudah menular.

Minimnya pemahaman masyarakat menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penderita. ’’Menularnya lewat percikan dahak yang mengandung kuman tuberculosis. Jadi setiap orang di sekitarnya bisa tertular,’’ ungkapnya.

Pada gejala awal, penderita TBC akan mengalami batuk berdahak yang terjadi selama 2 minggu. Biasanya, akan diikuti dengan gejala lainnya. Seperti penurunan nafsu makan, berat badan turun, dan keluar keringat dingin di malam hari tanpa sebab.

Hal itulah yang membedakan antara batuk TB dan batuk biasa. ’’Kadang-kadang disertai sesak napas hingga batuk darah, tapi itu tidak harus,’’ ujarnya. Jika mengalami gejala tersebut, maka disarankan untuk memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar