Duh, 102 Warga Kabupaten Terjangkit Demam Berdarah
BERITA TERKAIT

MOJOKERTO – Intensitas hujan tinggi tak hanya berdampak pada ancaman bencana. Tetapi, juga mempengaruhi gangguan kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah masih tingginya angka kasus demam berdarah dengue (DBD).

Pada periode Januari hingga awal Maret ini sudah menembus 102 kasus. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Hartadi mengungkapkan, setiap tahun kejadian DBD selalu beriringan dengan datangnya musim penghujan.

Sebab, turunnya hujan akan menimbulkan genangan air yang bisa dimanfaatkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak. ”Memang, saat musim penghujan seperti saat ini kasus DBD cenderung naik,” ungkapnya Senin (20/3).

Dia merinci, bulan Januari lalu telah terjadi 50 kasus, kemudian Februari naik menjadi 51 kasus, dan per tanggal 10 Maret ini masih terlaporkan hanya 1 kasus. Sehingga, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir sudah terdapat 102 kasus yang tersebar di 18 kecamatan.

Menurut Hartadi, dari jumlah tersebut termasuk juga 15 kasus demam dengue (DD), sedangkan sisanya terjangkit DBD. Tahun ini, kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Gondang dengan 15 warga terjangkit, kemudian disusul Kecamatan Bangsal dengan 13 orang, dan masing-masing 8 orang dari warga Puri dan Trowulan.

”Untuk saat ini, tidak ada yang meninggal dunia karena DBD,” tukasnya. Dikarenakan, penderita dengue shock syndrome (DSS) atau komplikasi akibat penyakit DBD yang sudah mengalami fase lanjut, jumlahnya cenderung sedikit.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar