Kelulusan Siswa SMA/SMK di Tangan Sekolah

MOJOKERTO – Hari pertama pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SMA/SMK dimulai serentak Senin kemarin (20/3). Diharapkan, siswa tidak memandang remeh ujian yang baru dilakukan itu.

Sebab, USBN dipakai menjadi salah satu indikator penentu kelulusan siswa. ’’Yang dipakai (kelulusan) malah USBN, bukan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer),’’ ungkap Endang Binarti, kepala SMAN 1 Sooko, Senin (20/3).

Tentunya, hal itu harus didukung dengan standar penilaian yang lain. Seperti, telah memenuhi seluruh program pembelajaran selama 6 semester, nilai rapor, jumlah presensi, serta penilaian sikap atau perilaku siswa.

Endang memaparkan, dengan berbagai pertimbangan tersebut, penentuan kelulusan siswa akan diputuskan melalui rapat dewan guru. Dengan kata lain, terkait standar nilai yang menentukan kelulusan juga berbeda-beda, karena secara mutlak diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Dia mencontohan, untuk di SMAN 1 Sooko, siswa harus memperoleh nilai rata-rata minimal 65. Selain itu, juga tidak boleh ada yang mendapat skor di bawah 60. Nilai itu didapat dari 15 mapel yang diujikan.

Di antaranya, 9 mapel dalam ujian sekolah (US), dan 6 mapel di USBN. ’’Mungkin sekolah lain tidak seperti itu. Karena, setiap sekolah punya standar kelulusan sendiri-sendiri,’’ ujarnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar