Pandai Besi Trowulan Bertahan dari Gempuran Produk Industri

MOJOKERTO - Tumbuh suburnya industri dan pabrik seolah mengoyak produksi manual, termasuk kerajinan pandai besi yang kian sulit ditemui. Melimpahnya perabot rumah tangga buatan pabrik dan menipisnya lahan pertanian menjadi penyebab utama pandai besi hilang.

Dulu, dusun ini sangat terkenal akan kualitas alat dapur yang dibuat warganya. Jati Sumber, salah satu dusun di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini, memang menjadi salah satu dusun  sentra pembuatan perabotan besi atau pandai besi.

Pisau, cangkul, arit, hingga linggis pernah menjadi barang berharga dan melimpah di dusun ini hingga mampu membiayai hajat hidup warganya. Namun, situasi seperti itu kini tak bisa lagi dijumpai.

Bahkan, degradasi itu bisa dibilang cukup tragis. Betapa tidak, dulu tak kurang dari 45 pandai besi yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan ini.

Namun yang bertahan hingga saat ini hanya lima orang. Dan salah satu dari lima pandai besi yang bertahan dengan gaya manual adalah Supriyo, yang sudah 45 tahun berkarya manual membuat perabot dapur dan perkakas.

Keahliannya didapat secara turun temurun dari Noto Darim, ayah sekaligus guru yang mengenalkannya dengan besi-besi dibentuk sedemikian rupa. Pria yang akrab disapa Supri ini, kini memilih bertahan bersama Sualimah, adiknya, sebagai pandai besi atau perajin perabotan rumah tangga manual.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar