Siswa Mengaku Belum Dikasih Orang Tua

MOJOKERTO - Menunggaknya pembayaran SPP siswa di lembaga SMA/SMK ditengarai akibat ketidaksiapan orang tua. Sebab, mereka belum sepenuhnya terbiasa untuk membayar iuran. Sebab, selama ini Pemkot Mojokerto telah memanjakan dengan pendidikan gratis.

Sebagaimana diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Pengelolaan lembaga jenjang pendidikan menengah secara resmi telah diambil alih oleh Pemprov Jatim.

Dengan demikian, saat ini pemkot tidak bisa lagi membiayai SMA/SMK yang tidak lagi menjadi kewenangannya. Meski sempat mendapat lampu hijau oleh gubernur, namun upaya pemkot untuk tetap bisa membantu siswa masih jalan di tempat.

Sebab, hingga kini belum ada cantolan hukum terkait pemberian bantuan. Hingga akhirnya, pemprov memastikan tidak ada lagi sekolah gratis. Hal itu ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim Soekarwo pada Januari 2017 lalu.

SK tersebut menetapkan jumlah iuran SPP di masing-masing daerah. Untuk di Kota Mojokerto sendiri, SPP untuk SMA telah ditetapkan sebesar Rp 95 ribu. Sedangkan untuk jenjang SMK teknik sebasar Rp 170 ribu, dan SMK nonteknik Rp 135 ribu.

Widodo, salah satu wali murid SMAN 2, mengungkapakan, dirinya telah mengetahui bahwa saat ini lembaga SMA/SMK telah beralih kelola oleh pemprov. Akibatnya, dia harus kembali membayar SPP untuk biaya pendidikan anaknya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar