Saat Bupati MKP Bicara Soal Normalisasi Sungai

MOJOKERTO – Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) akhirnya angkat bicara soal tudingan perampokan kekayaan negara bertajuk normalisasi sungai di empat titik anak Sungai Brantas. Ia menyebut, dalam waktu dekat bakal menurunkan backhoe dan kembali melakukan pengerukan.

Hal itu ditegaskan MKP di sela-sela menghadiri Lokakarya Sungai bertema ’’Kebijakan Daerah terhadap Sungai yang Melintas’’ di Vanda Hotel, Trawas, kemarin pagi. ’’Kita akan turun dan melakukan normalisasi,’’ ujarnya.

Langkah normalisasi itu akan dimulai ketika rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pemegang kewenangan, turun pekan depan. ’’Pekan depan akan turun,’’ imbuh MKP.

Bupati dua periode ini menilai, meski akan kembali melakukan normalisasi dan melakukan pengerukan sungai, namun ia meminta agar bebatuan yang ada di sepanjang aliran sungai, tidak dikeluarkan dari lokasi. Hanya disisihkan ke bibir sungai dan akan dimanfaatkan untuk pembuatan tanggul. ’’Tidak ada satu batu pun yang boleh dibawa keluar dari situ. Semua harus dimanfaatkan untuk perbaikan sungai,’’ terang dia.

Tanggul yang akan dibangun itu pun, rencananya akan memiliki kedalaman hingga 3-4 meter dan lebar hingga 6 meter. Dengan begitu, kata MKP, pertanian di kawasan pinggir sungai yang selama ini kurang maksimal, akan kembali menikmati kesuburan yang luar biasa.

Dalam pertemuan itu, MKP juga secara gamblang membantah atas tudingan mengeruk kekayaan negara demi keuntungan pribadi. Kata dia, tudingan warga jika ia telah memperoleh keuntungan hingga Rp 10 miliar hanya omong kosong.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar