Ini kata Kepala Dishubkominfo Jika Parkir Berlangganan Dihapus

SEMENTARA Itu, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Mojokerto Achmad Rifai, mengatakan, penghapusan parkir berlangganan sebagai langkah solusi dalam menertibkan parkir liar atau praktik pungli. ’’Tapi ya, kalau itu kebijakan Pak Bupati. Kami hanya sebagai pelaksana,’’ ungkapnya Rabu (25/10).

baca: Parkir Berlangganan Muspro, Pengendara Masih Saja Dipungli Jukir

Hanya saja, kata Rifai, dengan dihapusnya parkir berlangganan yang telah berjalan hingga tahun 2016 ini, tentu akan berpengaruh terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Sebab, diakui atau tidak PAD dari sektor parkir berlangganan di Kabupaten Mojokerto terbilang besar, yakni mencapai Rp 3,4 miliar per tahun. ’’Berapa pun hasilnya penggunanya kan sudah jelas. Yang akhirnya akan dikembalikan ke masyarakat. Seperti pembangunan infrastruktur jalan atau lainnya,’’ katanya.

Tak hanya itu, dihapusnya parkir berlangganan juga akan berdampak serius. Salah satunya membuka peluang bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan pungli.

’’Otomatis, peluang pungli akan lebih besar. Ya, karena tidak tertata dengan baik, kalau seperti ini kan jelas. Jukir-jukir dalam binaan dishubkominfo sudah jelas kerjanya,’’ kilah Rifai. Sejauh ini dishubkominfo belum menerima laporan adanya jukir nakal.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar