Untuk sementara Pasokan Elpiji Melon Masih Normal

MOJOSARI - Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram atau melon di beberapa daerah mulai dikhawatirkan konsumen rumah tangga di Mojosari. Mereka khawatir bila kondisi serupa juga akan akan dialami.

Sehingga kondisi tersebut akan berdampak terhadap kebutuhan keluarga terutama dalam hal bahan bakar. Sulastri, warga asal Pungging mengatakan, pemberitaan terkait kelangkaan elpiji melon di sejumlah daerah membuat dirinya cemas.

Ia khawatir kelangkaan elpiji itu akan merambah ke Mojokerto. ’’Ya tentunya cemas. Apalagi beberapa hari ini media televisi sering memberitakan kelangkaan elpiji 3 kg. Khawatir itu akan terjadi di sini (Mojokerto, Red),’’ katanya Rabu (19/10).

Elpiji melon menjadi bahan bakar utama warga, khususnya keluarga miskin. Hal ini menyusul program konversi elpiji beberapa tahun lalu berhasil menggantungkan warga akan kebutuhan elpiji dibanding bahan bakar lainnya.

Macam minyak tanah atau kayu bakar. ’’Lha, kalau langka, kami masak dengan apa. Semoga saja tidak terjadi,’’ katanya. Heni, 48, salah satu agen elpiji di Desa Wonokerto, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto mengungkapkan, pasokan elpiji 3 kg hingga pertengahan Oktober ini relatif aman.

Belum ada indikasi pengurangan volume pasokan atau kelangkaan. ’’Alhamdulillah masih aman dan lancar,’’ terangnya. Menurutnya, setiap hari sedikitnya 1.220 tabung elpiji 3 kg bisa disalurkan ke setiap warga dan pelanggan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar