Harga Sayuran Naik, Pasar Minim Pasokan

MOJOKERTO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menyikapi mahalnya harga sayuran di pasaran. Mereka mengklaim kenaikan harga ini lebih diakibatkan faktor terputusnya distribusi dari daerah produksi akibat  gagal panen.

’’Kenaikan harga sayuran di pasaran sekarang ini masih relatif wajar,’’ ungkap Kadisperindag Kabupaten Mojokerto Bambang Purnomo Selasa (18/10).  

Menurutnya, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu pemicu minimnya pasokan komoditas sayuran. ’’Apalagi di berbagai wilayah banyak yang gagal panen akibat hujan deras,’’ tambahnya.

Bambang mengatakan, kebutuhan sayuran di pasar tradisional Kabupaten Mojokerto selama ini banyak dipasok dari wilayah selatan dan timur. Sementara pasokan dari Mojokerto sendiri seperti Pacet dan Trawas diketahui sudah sangat minim.

’’Wilayah Mojokerto sendiri juga masih belum ada panen raya terkait komoditas tersebut. Kalau pun memang ada, mungkin hanya beberapa saja,’’ katanya. Dia menyebutkan, kenaikan harga di pasaran belakangan ini masih terbilang wajar.

Artinya, meski ada kenaikan harga di sejumlah komoditas tapi belum sampai terjadi gejolak. Selain karena para pedagang dan konsumen sudah saling memahami, kondisi ini tak sekali dua kali terjadi. Ditambah lagi cuaca yang tidak menguntungkan bagi para petani sayur. Macam bawang merah, wortel, cabai rawit dan jenis lainnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar