Atap Masjid Menyerupai Konstruksi Masjid Demak

MOJOKERTO - Keunikan bentuk Masjid Bintang Darul Muttaqin di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, ini meliputi ornamen-ornamen seperti bentuk Surya Majapahit yang melingkar di langit-langit dan tembok. 

Lalu corak batu bata merah pada tembok yang sengaja dibiarkan tanpa hingga warna merah mendominasi. Atap masjid ditinggikan dan berbentuk limas segi empat tersusun rangkap tiga pun tetap dipertahankan mirip konstruksi Masjid Agung Demak, bekas kejayaan Islam setelah Majapahit. 

Uniknya lagi, hampir seluruh rangka konstruksi bangunan diakuinya tanpa sambungan. Hal ini untuk memperjelas fungsi masjid yang kokoh dan sebagai tempat berlindung setiap umat. 

’’Memang kita desain agar orang betah disini. Tidak ada jendela, tapi terasa adem (sejuk, Red) biar orang beribadah lebih khusuk,’’ kata kata Ahmad Mukminin, pengurus takmir Masjid Darul Muttaqin, Selasa (7/6)

Minin sapaa Mukminin menjelaskan, konsep pembangunan masjid Majapahitan ini tak lepas dari letak Jatipasar dan Trowulan sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional. 

Pembangunan ini adalah salah satu bentuk upaya warga dalam menjaga kelestarian budaya nenek moyang, agar tidak sirna begitu saja. Penggabungan antara agama dan budaya itu menurutnya adalah seni yang tak ternilai harganya. 

’’Sengaja memang untuk mengenang kejayaan nenek moyang kita dulu. Kita buat bersama 5 seniman lokal dan konstruksinya,’’ pungkasnya. (far/ris)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar